Deskripsi
Pondok Tahfidz Wadil Qur’an hadir di tengah-tengah kita untuk menjawab tantangan ummat. Visi pondok ini untuk membangun generasi Qur’ani yang kelak akan menjadi pemimpin ummat. Sebab hanya Al-Qur’an yang menjadi kemuliaan suatu kaum, dan karena meninggalkan Al-Qur’an juga suatu kaum akan ditinggalkan Allah. Karena harapan kita meyakini bahwa ummat ini akan bangkit dengan Al-Qur’an, tidak mungkin dengan yang lain. Sehingga kita harus memastikan bahwa semua yang menjadi kendala bagi ummat dipastikan bisa kita jawab. Kita bisa melihat negara Arab sebelum Rasulullah diutus, yang semula Arab merupakan jahiliyyah tapi ketika Al-Quran turun, arab tidak hanya berperadaban tetapi justru bisa memimpin dunia sehingga bisa mengalahkan dua kekuatan besar dunia kala itu, yaitu Arab menjadi pemenang dari kekuatan adidaya Romawi dan Persia.
Para penghafal Al-Qur’an adalah mereka yang di pundak nya mengemban risalah cinta-Nya Allah. Jika sudah cinta, semua akan dikorbankan. Perjuangan yang tak menuntut balas kecuali demi meraih ridho-Nya. Rela kepayahan mendera, tulus berderai air mata, ringkih menelan derita, tersayat hingga beribu luka. Itulah jalan menempuh mahkota surga. Biar.. biar kami tempuh semua. Perjalanan terjal nan lelah ini kelak kami yakin akan terbayar dengan surga yang selalu didamba.
Kisah-kisah ini bermula dengan keajaiban. Ridho-Nya yang menuntun hamba-hamba pilihan Allah ini untuk menenggelamkan dirinya dalam menghafal Al-Qur’an. Berawal dari pengenalan, ketertarikan dan akhirnya jatuh cinta dan uji coba kesetiaan bersama kekasih “Al-Qur’an”. Ayat-ayat Al-Qur’an ini adalah pesan cintanya Allah. Darinya Allah memberitahu kebaikan, darinya Allah mengingatkan, menegur sekaligus menguji para penghafal Qur’an. Ayat-ayat itu hidup. Menjelma menguji setiap insan apakah akan tetap setia dalam ketaatan ataukah berpaling menjauh sebagai pecundang. Sampai akhirnya kita memahami bahwa hanya Allah tempat untuk pulang.




Ulasan
Belum ada ulasan.